Edukasi Fikih Wanita

Tetap Sempurna Beribadah
Saat Istihadhah

Panduan praktis dan syar'i mengenai tata cara bersuci serta hukum ibadah bagi wanita yang mengalami darah penyakit (Istihadhah).

Mulai Belajar

Terhukum Suci

Wanita istihadhah tetap wajib menjalankan salat fardu dan puasa Ramadan.

Halal Bagi Suami

Berbeda dengan haid, istihadhah tidak menghalangi hubungan suami istri.

Puasa Sah

Tidak perlu mengganti (qadha) puasa di bulan lain karena statusnya tetap sah.

Langkah-Langkah Bersuci

Waktu Salat
Langkah 01

Tunggu Masuk Waktu Salat

Penyucian diri bagi wanita istihadhah tidak sah jika dilakukan sebelum waktu salat fardu tiba. Pastikan azan telah berkumandang.

Istinja
Langkah 02

Istinja & Bersihkan Najis

Bersihkan area keluarnya darah dari segala najis sebelum melakukan tindakan pencegahan keluarnya darah lebih lanjut.

Langkah 03

Meminimalisir Darah

Metode Penyumbatan

Menggunakan kapas steril di bagian dalam. Penting: Jangan lakukan jika sedang berpuasa atau khawatir melukai (bagi perawan).

Metode Pembalutan

Menggunakan pembalut bersih dan celana dalam ketat. Solusi aman bagi yang berpuasa atau anak-anak (Imam Ramli).

Wudu Khusus
Langkah 04

Wudu dengan Niat Khusus

"Nawaitu wudu'a listibahatis shalah..."

Berniat wudu agar diperbolehkan melaksanakan salat fardu, bukan untuk menghilangkan hadas besar/kecil.

Pesan Penting untuk Ramadhan

  • Jangan melakukan penyumbatan (ihtisyu) saat berpuasa karena dapat membatalkan puasa.
  • Gunakan satu wudu hanya untuk satu salat fardu.
  • Satu wudu boleh digunakan untuk banyak salat sunah (seperti Tarawih dan Witir).